• Foto Bersama Narasumber Seminar Nasional HMJ MD 2018
  • Foto Bersama Para Juara Lomba Da'i
  • VISI DAN MISI MD
  • Seminar Autobiografi
  • Pelantikan HMJ MD 2018
  • Santunan Anak Yatim
  • Akreditasi MD B

Seminar Nasional HMJ Jurusan Manajemen Dakwah 2018

26 Oktober 2018

Pekalongan (25/10)- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah mengadakan seminar nasional yang bertemakan “Dakwah Transformatif dan Progresif Untuk Mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamin.

Mengawali pra acara seminar dimeriahkan dengan gema sholawat dari group rebana PMII Rayon Bahurekso IAIN Pekalongan. Acara yang dilaksanakan di Auditorium IAIN Pekalongan ini dihadiri oleh sekitar 350 mahasiswa,  baik internal mahasiswa IAIN Pekalongan dari berbagai jurusan dan fakultas maupun mahasiswa luar IAIN Pekalongan seperti STIE Muhammadiyah dan STIKAP. Seminar dibuka langsung oleh ketua jurusan Manajemen Dakwah FUAD IAIN Pekalongan yaitu Bapak Khoirul Basyar. Dalam sambutannya Khoirul Basyar memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada HMJ Manajemen Dakwah yang telah bekerja optimal guna kesuksesan acara serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir pada kesempatan kali ini, terutama kepada kedua narasumber dan tamu undangan.

Narasumber dalam acara seminar nasional yaitu Dr. Awaluddin Pimay, Lc, MA, beliau adalah Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang. Pada kesempatan kali ini beliau menyampaikan materi terkait dengan “Esensi Dakwah di Era Globalisasi”. Penyampaian yang dikemas secara apik dengan menyesuaikan audience yang notabenenya para remaja ini mampu menyedot perhatian mahasiswa. Mahasiswa terlihat antusias dan interaktif mengikuti materi yang beliau sampaikan. Dalam penyampaiannya beliau mengungkapkan bahwa esensinya dakwah memiliki dua hal, pertama “ojo ngelek-eleke wong liyo (jangan menjelek-jelekkan orang lain)” dan kedua “ojo ora nguwongke uwong (jangan tidak memanusiakan manusia). Pesan ini beliau sampaikan dengan bahasa jawa logat bugis sebagaimana daerah kelahiran beliau yang diikuti oleh sedikit riuh gelak tawa peserta mendengar bahasa jawa dengan logat yang tak biasa. Kedua esensi ini patut dipegang teguh oleh siapapun yang hendak melakukan kegiatan dakwah pada era milenial saat ini. Jika pendakwah memegang teguh kedua prinsip ini, maka perpecahan sesungguhnya tidak akan pernah terjadi.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber pembanding yaitu Bapak KH. Ahmad Syafiq, S.Ag. Beliau adalah ketua Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pekalongan. Da’i yang dikenal lucu, ramah dan humble ini menyampaikan materi tentang “Islam Radikal dan Upaya Menangkalnya”. Dengan gaya penyampaian yang tidak kalah menarik, beliau mengungkapkan bahwa radikalisme sudah menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia, bahkan sudah memasuki wilayah Kota Pekalongan, sehingga para remaja sebagai generasi penerus bangsa diharapkan dapat menangkalnya dengan cara yang bijak. Upaya ini dapat dilakukan dengan mempelajari Islam secara kaffah karena hukum Islam tidak hanya bersumber pada Al Qur’an dan Hadist melainkan juga Fiqih, Ijma’, Qiyas, Istihsan, Ijtihad dan Urf. Sebagai pendakwah kita harus memahami semua sumber hukum yang ada sehingga tidak mudah terhasut oleh pemikiran-pemikiran radikalisme yang hanya mengutamakan Al Qur’an dan Hadist semata. Dakwah juga dapat dilakukan dengan berbagai metode yaitu bil lisan dan bil hal, serta melalui berbagai media seperti media masa, elektronik maupun secara langsung di atas mimbar-mimbar agama.

Acara yang dimoderatori oleh ketua PC PMII Kota Pekalongan, Labib Maimun, S.Ag berlangsung selama kurang lebih 3 jam dengan lancar dan sukses. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan kepada kedua narasumber dan direspon dengan sangat baik oleh keduanya. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara FUAD EXPO  yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah mulai tanggal 21-27 Oktober 2018. Melengkapi acara seminar ini, HMJ Manajemen Dakwah juga merangkaikannya dengan acara lomba Da’i Daiyah yang diikuti oleh siswa SMA sederajat seKota Pekalongan. Muhandis Azzuhri, Lc, MA dan Minnarurahman, MSI dipilih sebagai juri lomba sesuai dengan kompetensinya. Berdasarkan penilaian para juri,  Laily Rosya (MA Hidayatul Athfal) sebagai juara I, M Syafiq Lazuardi (SMA Muhammadiyah) meraih juara kedua dan juara ketiga diraih oleh Winda Febriana dari SMAN 2 Pekalongan. Para peserta lomba mengaku bahagia dan bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini serta berharap kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan setiap tahunnya.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree