• Foto Bersama Narasumber Seminar Nasional HMJ MD 2018
  • Foto Bersama Para Juara Lomba Da'i
  • VISI DAN MISI MD
  • Seminar Autobiografi
  • Pelantikan HMJ MD 2018
  • Santunan Anak Yatim
  • Akreditasi MD B

RABU BERKAH, DOSEN MANAJEMEN DAKWAH MENGIKUTI DISKUSI ILMIAH FUAD

31 Juli 2019

Pekalongan- Rabu, 31 Juli 2019, Program Rabu Berkah yang dilakukan pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah mempunyai satu kegiatan baru yakni diskusi ilmiah dosen. Diskusi yang pertama dilakukan adalah “Intelectual Development Program for Lectures melalui Round Table Discussion/RTD” yang diadakan oleh Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pekalongan yang pada minggu keempat pukul 08.00 – 11.00 WIB di Ruang Meeting FUAD lantai II.

Pada kegiatan diskusi perdana ini sebagai mukadimah untuk pelasanaan Rabu Berkah selanjutnya. Dekan FUAD, Dr. H. Imam Kanafi, M.Ag menjelaskan bahwa kegiatan diskusi ilmiah dosen ini dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya dosen FUAD IAIN Pekalongan untuk sharing pengetahuan antar dosen dan aktif menulis sebuah karya ilmiah, Tema yang disajikan sangat beragam, sesuai dengan bidang keilmuan dari narasumber. Dengan berbagai pengetahuan ini diharapkan akan tumbuh wawasan yang luas pada diri dosen, sehingga para dosen akan mengetahui ilmu-ilmu lain di luar bidangnya

Diskusi untuk yang pertama kali ini, ada dua narasumber dari dosen IAT dan ILHA, yaitu Kurdi, M.S.I., dan Hasan Su’aidi, M.S.I., dengan tema “Pemahaman Al-Qur’an dan Hadits untuk Islam Moderat”. Narasumber pertama yaitu Kurdi, M.S.I  memaparkan bahwa pentingnya 4 kesadaran dalam memahami Al Qur’an sebagai Islam Moderat. Keempat kesadaran tersebut adalah kesadaran akan historis al qur’an, kesadaran dalam memahami teks-teks al qur’an, kesadaran akan berbangsa dan bernegara dan keempat adalah kesadaran akan local wisdom. Sedangkan dalam pandangan narasumber kedua, Hasan Su’aidi, M.S.I memaparkan bahwa pentingnya Islam Wasathiyah sebagai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, yang mana penjelasan tentang ini adalah agar dalam beragama tidak terlalu tekstual atau terlalu kontekstual. Hal ini karena jika terlalu tekstual akan mengarah kepada fundamentalis dan terlalu kontekstual akan mengarah kepada liberalis, itulah mengapa perlu adanya Islam Washatiyah merupakan Islam pertengahan.

Setelah selesai pemaparan dan kedua narasumber, kegiatan RTD dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab para dosen di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Sebagai lanjutan dari dikusi yang dilakukan oleh kedua narasumber kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Adi Abdullah Muslim, MA.,Hum dan Shinta Nurani, M.A (KTD)

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree